Dalam dunia sedan premium, kilau permukaan yang sempurna bukan sekadar estetika—ia adalah janji akan kualitas, daya tahan, dan nilai investasi. Namun, janji ini sering kali tergores, secara harfiah, oleh ancaman tak kasat mata: marring atau goresan mikro. Goresan halus dari ritual cuci mobil, sapuan lembut ranting, atau bahkan debu yang tertiup angin dapat secara perlahan mengikis kejernihan dan kedalaman kilap clearcoat, meninggalkan jejak swirl mark yang mengurangi pesan visual kendaraan hanya dalam hitungan bulan.

Di tengah tingginya harapan konsumen segmen premium dan kompleksitas rantai pasok otomotif—dari lini produksi OEM hingga bengkel repair—bagaimana tim kualitas dan R&D dapat memastikan bahwa lapisan pelindung terluar tersebut benar-benar tangguh? Jawabannya terletak pada pengujian yang objektif, terukur, dan terstandarisasi. Artikel ini akan mengupas peran kritis pengujian mar resistance sesuai standar internasional, serta memperkenalkan Scratch Hardness Coating Tester NOVOTEST TPP-1518 sebagai solusi praktis untuk memvalidasi enhanced scratch protection pada clearcoat sedan premium Anda, baik di tahap pengembangan material, produksi, maupun pasca-repair.

  1. Tantangan Utama di Industri Finishing Otomotif Premium
  2. Kebutuhan Pengujian Mar Resistance yang Harus Dipenuhi
  3. Solusi dengan Scratch Hardness Coating Tester NOVOTEST TPP-1518
    1. Prosedur Pengujian Step-by-Step dengan TPP-1518
    2. Interpretasi Hasil: Membaca dan Menganalisis Goresan yang Dihasilkan
    3. Aplikasi di Lini Produksi: QC Material Clearcoat dan Proses Curing
    4. Aplikasi di Area Repair: Validasi Kualitas Cat Setelah Pengecatan Ulang
  4. Studi Implementasi Singkat: Validasi Formulasi Clearcoat Baru
  5. Keunggulan TPP-1518 Dibanding Metode Pengujian Konvensional
  6. Tips Memilih Alat Uji Mar Resistance yang Tepat
  7. Kesimpulan
  8. FAQ
    1. Apa bedanya mar resistance dengan scratch resistance secara umum?
    2. Mengapa stylus melengkung (curved stylus) digunakan dalam pengujian menurut ISO 12137?
    3. Bisakah TPP-1518 digunakan untuk menguji lapisan selain clearcoat otomotif?
    4. Bagaimana cara mengkalibrasi dan merawat TPP-1518 agar hasil pengujian tetap akurat?
  9. References

Tantangan Utama di Industri Finishing Otomotif Premium

Clearcoat, sebagai lapisan transparan terluar sistem cat, memikul tanggung jawab ganda: melindungi lapisan warna di bawahnya dari degradasi UV dan elemen kimia, sekaligus memberikan kedalaman kilap (gloss) dan sensasi premium feel. Pada kendaraan kelas tinggi, performa estetika ini diharapkan bertahan selama bertahun-tahun. Namun, realitanya, clearcoat justru sangat rentan terhadap marring—deformasi plastik mikroskopis yang tidak sampai memutus lapisan namun cukup untuk membelokkan cahaya, menciptakan cacat visual.

Sumber Kendala dalam Proses Finishing

Tantangan ini bersifat multi-dimensional. Pertama, sumber marring ada di mana-mana. Proses pencucian mobil yang tidak tepat dengan spons atau kain yang telah terkontaminasi partikel keras adalah penyumbang utama swirl marks. Selain itu, partikel debu abrasif di jalanan, gesekan dengan vegetasi, atau bahkan penyikatan salju dapat meninggalkan jejak. Kedua, terdapat tekanan besar dari konsumen akhir. Pembeli kendaraan premium memiliki ekspektasi yang sangat tinggi terhadap ketahanan finish. Keluhan mengenai kilap yang memudar dini atau jaringan goresan halus yang muncul cepat sering kali menjadi isu garansi dan berdampak pada kepuasan pelanggan serta loyalitas merek.

Tantangan ketiga, dan sering kali paling kritis secara teknis, adalah kesenjangan kualitas antara aplikasi cat di pabrik (OEM) dan aplikasi di bengkel repair setelah kecelakaan. Proses curing di pabrik biasanya melibatkan oven bersuhu tinggi yang menghasilkan jaringan polimer yang sangat padat dan keras. Sementara itu, proses repair seringkali menggunakan sistem cat yang mengandalkan pengeringan suhu ambient atau forced drying dengan suhu lebih rendah, yang dapat menghasilkan cross-link density yang berbeda dan, akibatnya, ketahanan gores yang lebih rendah. Kesenjangan ini dapat menyebabkan area repair lebih cepat menunjukkan tanda-tanda marring dibanding area sekitarnya, menciptakan ketidaksempurnaan yang mencolok.

Terakhir, terdapat pertempuran teknis dalam formulasi clearcoat itu sendiri. Insinyur material terus berusaha meningkatkan kekerasan (hardness) untuk ketahanan gores, tetapi peningkatan kekerasan berlebihan dapat mengurangi fleksibilitas, membuat lapisan rentan retak mikro (cracking), dan menyulitkan proses polishing atau compounding saat diperlukan perbaikan. Mencapai keseimbangan optimal antara scratch resistance, flexibility, dan polishability memerlukan alat ukur yang dapat memberikan data kuantitatif yang dapat dipercaya.

Kebutuhan Pengujian Mar Resistance yang Harus Dipenuhi

Untuk mengatasi tantangan tersebut secara ilmiah dan objektif, industri memerlukan metode pengujian mar resistance yang spesifik, bukan sekadar pengujian scratch resistance umum. Mar resistance secara khusus mengukur ketahanan lapisan terhadap pembentukan goresan halus yang terlihat (visually apparent scratches) di bawah kondisi beban tertentu dan ujung stylus tertentu. Agar hasil pengujian valid, dapat direproduksi, dan dapat diperbandingkan secara global, beberapa kriteria kunci harus dipenuhi.

Kriteria Pengujian Mar Resistance

Pertama, kepatuhan terhadap standar internasional adalah suatu keharusan. ISO 12137-2: “Paints and varnishes – Determination of mar resistance – Part 2: Method using a pointed stylus” merupakan standar acuan utama. Metode B dalam standar ini menggunakan stylus melengkung (curved stylus, biasanya berbentuk hemispherical) untuk mensimulasikan jenis kontak yang menghasilkan marring. Pengujian yang mengikuti prosedur standar ini memastikan konsistensi dalam parameter kritis seperti geometri stylus, kecepatan gerakan, dan lingkungan pengujian.

Kedua, presisi instrumentasi mutlak diperlukan. Parameter-parameter ini harus dikontrol dengan ketat:

  • Beban (Load): Gaya yang diterapkan oleh stylus harus dapat diatur dengan presisi (biasanya dalam rentang gram atau Newton tertentu) dan tetap stabil selama pengujian.
  • Kecepatan Gerakan: Stylus harus bergerak melintasi permukaan sampel dengan kecepatan konstan untuk menghindari variasi akibat inersia atau gesekan.
  • Geometri Stylus: Ujung stylus yang melengkung (misalnya, bola dari tungsten carbide atau intan dengan diameter tertentu) harus memiliki kekasaran permukaan dan keausan yang terkontrol, karena ini secara langsung mempengaruhi mekanisme pembentukan goresan.

Ketiga, metode evaluasi hasil harus terdefinisi dengan baik. Hasil pengujian mar resistance biasanya dinilai dengan beberapa parameter terukur:

  1. Lebar Goresan: Diukur di bawah mikroskop atau profilometer.
  2. Visibilitas Goresan: Dinilai secara visual dibandingkan dengan sampel referensi atau diukur dengan perubahan nilai gloss (gloss retention) sebelum dan sesudah pengujian menggunakan glossmeter.
  3. Beban Kritis (Critical Load): Beban minimum di mana terjadi kegagalan lapisan yang jelas, seperti pelepasan (delamination) atau goresan yang dalam dan permanen.

Terakhir, alat uji harus menjamin repeatability (konsistensi hasil oleh operator yang sama) dan reproducibility (konsistensi hasil di antara laboratorium/operator yang berbeda). Hal ini sangat penting untuk kontrol kualitas rutin, validasi bahan baku dari supplier yang berbeda, dan pengembangan formula baru di departemen R&D.

Solusi dengan Scratch Hardness Coating Tester NOVOTEST TPP-1518

Memasuki kebutuhan akan pengujian yang presisi, terstandar, namun tetap aplikatif di lapangan, Scratch Hardness Coating Tester NOVOTEST TPP-1518 hadir sebagai solusi yang menjembatani kesenjangan antara ketelitian laboratorium dan fleksibilitas pengujian di lini produksi atau bengkel. Alat ini dirancang khusus untuk menguji ketahanan gores (scratch hardness) dan indentasi dari berbagai lapisan, termasuk cat, vernis, dan plastik, dengan mengacu pada standar ISO 1518 dan ISO 6441.

Secara spesifik untuk pengujian mar resistance clearcoat otomotif, TPP-1518 dapat dikonfigurasi untuk memenuhi esensi dari metode ISO 12137 Metode B. Kuncinya terletak pada penggunaan stylus atau indentor berbentuk bola (ball type) yang presisi. Stylus melengkung inilah yang mensimulasikan kontak titik abrasif halus penyebab marring. Alat ini menawarkan kontrol beban yang dapat diatur secara mekanis melalui sistem pegas, yang tegangannya dapat disetel dan dikunci untuk mencegah drift selama pengujian.

Fitur utama TPP-1518 yang menjawab tantangan industri adalah:

  • Portabilitas Ekstrem: Dengan berat hanya sekitar 0.25 kg dan bentuk ramping, alat ini dapat dengan mudah dibawa ke mana saja—mulai dari laboratorium R&D, lini produksi cat, hingga bengkel repair premium untuk melakukan inspeksi spot-check.
  • Rentang Beban yang Dapat Disesuaikan: Tersedia dalam dua model dengan rentang beban hingga 2.5 kg (langkah 0.2 kg) dan hingga 4.0 kg (langkah 0.4 kg), memungkinkan pengguna untuk mensimulasikan berbagai tingkat keparahan goresan, dari light marring hingga deep scratching.
  • Fleksibilitas pada Berbagai Permukaan: Desainnya yang kompak memungkinkan pengujian tidak hanya pada panel datar, tetapi juga pada permukaan dengan kelengkungan tertentu, seperti bumper, spoiler, atau panel pintu—sesuatu yang sering menjadi kendala bagi alat penguji berbasis meja (bench-top) yang kaku.
  • Kokoh dan Andal: Dibangun untuk lingkungan industri, alat ini dapat beroperasi pada rentang suhu -10°C hingga +40°C, menjamin keandalan di berbagai kondisi.

Prosedur Pengujian Step-by-Step dengan TPP-1518

Berikut adalah langkah-langkah umum melakukan pengujian mar resistance pada clearcoat dengan TPP-1518:

  1. Persiapan Sampel: Sampel panel clearcoat (baik dari panel uji, komponen, atau area tersembunyi di body kendaraan) harus bersih, kering, dan ditempatkan dengan stabil.
  2. Seleksi dan Pengaturan Beban: Tentukan beban pengujian berdasarkan spesifikasi material (misalnya, 1.5 kg untuk pengujian marring). Atur tegangan pegas pada TPP-1518 sesuai beban target, lalu kencangkan sekrup pengunci untuk mengamankan setting.
  3. Penempatan Alat: Pegang alat secara tegak lurus terhadap permukaan sampel. Pastikan ujung indentor bola (standar 1 mm, atau opsi diameter lain) bersentuhan penuh dengan permukaan clearcoat.
  4. Pelaksanaan Pengujian: Tarik atau dorong alat secara perlahan dan konstan sepanjang jarak yang ditentukan (misalnya, 10 cm), menjaga agar gaya tetap vertikal dan stabil. Kecepatan manual harus dilatih untuk mencapai konsistensi.
  5. Pembentukan Goresan: Stylus akan menggores permukaan, meninggalkan jalur tunggal. Untuk pengujian mar resistance, beban yang digunakan biasanya di bawah critical load sehingga hanya menghasilkan goresan halus (mar) dan bukan kerusakan katastropik.

Interpretasi Hasil: Membaca dan Menganalisis Goresan yang Dihasilkan

Setelah goresan terbentuk, evaluasi dapat dilakukan dengan beberapa cara:

  • Evaluasi Visual: Amati goresan di bawah pencahayaan terkontrol (seringkali menggunakan lampu jeruji) dan bandingkan dengan skala referensi atau sampel standar. Tingkat marring dinilai berdasarkan visibilitasnya.
  • Pengukuran Kilap (Gloss Measurement): Gunakan glossmeter untuk mengukur nilai gloss (biasanya pada sudut 20° atau 60°) di area yang belum tergores dan tepat di sepanjang jalur goresan. Persentase penurunan gloss (gloss retention) adalah parameter kuantitatif yang sangat baik untuk mar resistance. Misalnya, formulasi clearcoat yang baik mungkin mempertahankan >95% gloss awal setelah pengujian beban ringan.
  • Analisis Mikroskopis: Dengan mikroskop digital, lebar dan kedalaman goresan dapat diukur, memberikan data yang lebih rinci tentang perilaku material.

Aplikasi di Lini Produksi: QC Material Clearcoat dan Proses Curing

Di pabrik cat atau lini perakitan, TPP-1518 dapat digunakan untuk:

  • QC Material Masuk: Menguji sampel clearcoat dari supplier berbeda untuk memastikan konsistensi performa mar resistance sebelum diapprove untuk produksi.
  • Optimasi Proses Curing: Memantau pengaruh variasi waktu dan suhu curing di oven terhadap ketahanan gores lapisan akhir, membantu menemukan parameter optimal.
  • Inspeksi Spot di Line: Secara acak menguji panel badan kendaraan yang telah dicat untuk memastikan tidak ada batch yang menyimpang karena kesalahan aplikasi atau curing.

Aplikasi di Area Repair: Validasi Kualitas Cat Setelah Pengecatan Ulang

Di bengkel repair berstandar OEM, alat ini berperan sebagai guardian of quality:

  • Validasi Sistem Cat Repair: Menguji panel uji yang dicat dengan sistem cat repair (basecoat/clearcoat) dan proses curing yang digunakan bengkel, memastikannya memenuhi spesifikasi ketahanan minimum yang ditetapkan.
  • Pelatihan dan Sertifikasi Teknisi: Sebagai alat objektif untuk menilai kualitas kerja pengecatan teknisi sebelum mereka disertifikasi untuk menangani kendaraan premium.
  • Pemeriksaan Pra-Delivery: Melakukan spot-check pada area repair sebelum kendaraan diserahkan kepada customer, memberikan bukti konkret bahwa kualitas finish telah dipulihkan.

Studi Implementasi Singkat: Validasi Formulasi Clearcoat Baru

Bayangkan sebuah produsen clearcoat sedang mengembangkan formula baru yang diklaim memiliki enhanced mar resistance tanpa mengorbankan fleksibilitas. Tim R&D mereka menggunakan TPP-1518 untuk melakukan studi komparatif yang objektif.

Skenario: Membandingkan clearcoat konvensional (Formula A) dengan clearcoat baru berteknologi nano-aditif (Formula B).
Metodologi:

  1. Kedua formula diaplikasikan pada panel baja identik dengan ketebalan kering yang sama dan melalui proses curing standar.
  2. Menggunakan TPP-1518, pengujian gores dilakukan dengan beban bertingkat: 1.0 N (~100 gf), 2.0 N, dan 3.0 N.
  3. Setiap goresan dianalisis dengan dua cara: pengukuran gloss retention menggunakan glossmeter dan observasi visual di bawah cahaya spesifik.

Hasil: Didapatkan data perbandingan sebagai berikut:

Parameter Uji Formula A (Konvensional) Formula B (Enhanced) Kesimpulan
Gloss Retention @ 1.0 N 92% 98% Formula B menunjukkan ketahanan superior terhadap marring ringan.
Visibilitas Gores @ 2.0 N Terlihat jelas (Moderate Mar) Sangat samar (Light Mar) Goresan pada Formula B lebih sulit dilihat.
Critical Load (awal chip) ~2.8 N ~3.5 N Formula B memiliki ambang kerusakan yang lebih tinggi.

Dampak: Data kuantitatif dari TPP-1518 memberikan bukti yang tak terbantahkan bahwa Formula B secara signifikan lebih unggul. Keputusan untuk melanjutkan uji lapangan dan potensi adopsi formula baru dapat diambil dengan keyakinan lebih besar, memperkirakan pengurangan risiko keluhan swirl marks dari konsumen di masa depan. Peran CV. Java Multi Mandiri di sini adalah sebagai partner teknis yang menyediakan instrumen validasi yang kredibel seperti TPP-1518, mendukung tim R&D dan kualitas dalam proses pengambilan keputusan berbasis data.

Keunggulan TPP-1518 Dibanding Metode Pengujian Konvensional

Mengapa beralih ke alat terstandarisasi seperti TPP-1518 daripada mengandalkan metode konvensional? Berikut perbandingannya:

Aspek Metode Konvensional (Tes Kuku, Goresan Manual) TPP-1518
Akurasi & Presisi Tinggi subyektivitas. Hasil bergantung pada tekanan dan teknik individu. Beban terkontrol dan stylus presisi menghilangkan human error, menghasilkan data yang repeatable.
Kesesuaian Standar Tidak sesuai standar internasional. Hasil tidak dapat dibandingkan dengan pihak eksternal atau laboratorium lain. Dirancang sesuai prinsip ISO 1518/6441 dan dapat diadaptasi untuk metodologi ISO 12137, memastikan hasil yang dapat dibandingkan secara global.
Efisiensi & Konsistensi Lambat dan melelahkan untuk banyak sampel. Konsistensi antar operator rendah. Cepat, ergonomis, dan konsisten. Ideal untuk throughput sampel tinggi di QC rutin.
Dokumentasi Hanya deskripsi subyektif (“agak tahan”, “mudah tergores”). Sulit untuk dilaporkan dan diaudit. Menghasilkan goresan standar yang dapat diukur (lebar, gloss retention) untuk dokumentasi objektif dan laporan kualitas yang kuat.
Fleksibilitas Aplikasi Sering terbatas pada permukaan datar dan mudah diakses. Dapat digunakan pada permukaan melengkung dan area sempit pada komponen asli.

Tips Memilih Alat Uji Mar Resistance yang Tepat

Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan investasi dalam alat uji mar resistance, berikut panduan praktis:

  1. Verifikasi Kesesuaian Standar: Pastikan alat yang Anda pilih dapat mendukung metode pengujian standar yang berlaku di industri Anda, seperti ISO 12137, ASTM D5178, atau standar internal OEM tertentu. Tanyakan dokumentasi kesesuaiannya.
  2. Evaluasi Spesifikasi Teknis: Perhatikan rentang beban, resolusi pengaturan beban, dan geometri stylus yang tersedia. Alat harus mampu mencakup kondisi pengujian dari light marring hingga deep scratch. Portabilitas (berat, dimensi) juga penting jika akan digunakan di berbagai lokasi.
  3. Pertimbangkan Kemudahan Penggunaan dan Perawatan: Alat harus intuitif untuk dioperasikan dan dikalibrasi. Tanyakan tentang ketersediaan spare part kritis (seperti stylus pengganti) dan interval kalibrasi. Dukungan teknis dari supplier sangat krusial.
  4. Uji Coba untuk Aplikasi Spesifik: Jika memungkinkan, minta demonstrasi atau trial menggunakan sampel material Anda sendiri. Ini akan mengungkap apakah alat dapat menangani variasi substrat (baja, aluminium, plastik bumper) dan bentuk permukaan yang Anda miliki.
  5. Nilailah Supplier sebagai Partner: Pilih supplier yang tidak hanya menjual alat, tetapi juga memahami aplikasi di industri Anda. CV. Java Multi Mandiri, sebagai distributor alat ukur dan pengujian seperti NOVOTEST, menawarkan tidak hanya produk namun juga konsultasi teknis untuk memastikan alat yang dipilih tepat guna, serta dukungan pasca-penjualan seperti informasi kalibrasi dan ketersediaan spare part.

Kesimpulan

Dalam segmen otomotif premium di mana persepsi kualitas dibentuk dari detail terkecil, memastikan keunggulan mar resistance clearcoat bukanlah pilihan, melainkan keharusan kompetitif. Pengujian yang subyektif dan tidak terstandar hanya akan meninggalkan ruang untuk ketidakpastian dan risiko kualitas. Scratch Hardness Coating Tester NOVOTEST TPP-1518 menghadirkan solusi yang menjembatani kebutuhan akan data objektif sesuai standar dengan realitas operasional yang dinamis di lini produksi, laboratorium, dan bengkel repair. Dengan mengadopsi alat semacam ini, perusahaan tidak hanya berinvestasi dalam instrumen pengujian, tetapi juga dalam sistem jaminan kualitas yang lebih kuat, pengembangan produk yang lebih cepat, dan pada akhirnya, perlindungan terhadap brand equity yang bernilai tinggi. Temukan solusi yang sesuai dengan aplikasi Anda. Sebagai mitra terpercaya di bidang instrumentasi pengujian, CV. Java Multi Mandiri siap mendukung proses validasi dan kontrol kualitas Anda dengan menyediakan peralatan yang andal seperti TPP-1518, beserta konsultasi teknis untuk mengoptimalkan penggunaannya dalam menjaga standar finish tertinggi pada produk Anda.

FAQ

Apa bedanya mar resistance dengan scratch resistance secara umum?

Scratch resistance adalah istilah umum yang mengacu pada ketahanan suatu material terhadap berbagai jenis dan tingkat keparahan goresan, termasuk yang menyebabkan kerusakan material (cutting, plowing). Sementara mar resistance adalah sub-kategori spesifik yang hanya fokus pada ketahanan terhadap goresan halus (fine scratches atau marring) yang menyebabkan degradasi optik (kilap berkurang, munculnya swirl marks) tanpa harus menyebabkan kerusakan lapisan yang dalam. Pengujian mar resistance biasanya menggunakan beban lebih ringan dan stylus dengan ujung tumpul/melengkung.

Mengapa stylus melengkung (curved stylus) digunakan dalam pengujian menurut ISO 12137?

Stylus melengkung (berbentuk hemispherical/bola) mensimulasikan jenis kontak yang lebih realistis dengan partikel abrasif halus di dunia nyata, seperti butiran debu kuarsa atau kontaminan halus di kain cuci. Berbeda dengan stylus tajam yang cenderung memotong, stylus melengkung menghasilkan deformasi plastis dan alur mikro pada permukaan clearcoat yang persis seperti mekanisme pembentukan marring dan swirl marks. Ini membuat hasil pengujian lebih relevan dengan kondisi penggunaan aktual.

Bisakah TPP-1518 digunakan untuk menguji lapisan selain clearcoat otomotif?

Sangat bisa. TPP-1518 dirancang untuk menguji kekerasan gores dan indentasi berbagai lapisan (coatings). Aplikasi umum lainnya termasuk: lapisan cat pada peralatan rumah tangga, furnitur, atau elektronik; lapisan pelindung (top coat) pada material komposit; lapisan pada kemasan plastik (plastic packaging); serta vernis pada produk kayu. Prinsip pengukurannya tetap sama: mengukur respons lapisan terhadap beban yang diterapkan oleh indentor bola.

Bagaimana cara mengkalibrasi dan merawat TPP-1518 agar hasil pengujian tetap akurat?

Kalibrasi berkala adalah kunci. Prosedur umum melibatkan verifikasi gaya beban yang dihasilkan alat terhadap standar beban yang telah dikalibrasi (misalnya, menggunakan calibration anvil dan timbangan presisi). Perawatan rutin meliputi pembersihan stylus setelah digunakan untuk menghilangkan residu material, menyimpan alat dalam case-nya di lingkungan yang kering, serta menghindari benturan atau pengaturan beban di luar rentang yang ditentukan. Untuk prosedur kalibrasi formal dan layanan terkait, disarankan untuk berkonsultasi dengan supplier. CV. Java Multi Mandiri sebagai distributor dapat memberikan panduan perawatan dan menghubungkan pengguna dengan layanan kalibrasi yang kompeten untuk memastikan akurasi alat terjaga sepanjang waktu.

Rekomendasi Coating Testing

References

  1. International Organization for Standardization (ISO). (2011). ISO 12137-2:2011 Paints and varnishes — Determination of mar resistance — Part 2: Method using a pointed stylus.
  2. International Organization for Standardization (ISO). (1998). ISO 1518:1992/Cor 1:1998 Paints and varnishes — Scratch test.
  3. International Organization for Standardization (ISO). (1983). ISO 6441-2:1983 Paints and varnishes — Indentation test — Part 2: Indentation with a round indenter.
  4. Schulz, U., & Trubiroha, P. (2007). The Influence of Testing Conditions on the Mar and Scratch Behaviour of Automotive Clearcoats. Progress in Organic Coatings, 58(2-3), 195-202.
  5. NOVOTEST. (n.d.). Technical Data Sheet: Scratch Hardness Coating Tester TPP-1518.
author-avatar

About UkurdanUji Updates

Kami memantau setiap pergeseran teknologi dan regulasi untuk memastikan Anda tetap update dengan dunia alat ukur dan uji yang dinamis.

Leave a Reply